Isnin, 21 Jun 2010

KEUTAMAAN ILMU DIBANDINGKAN HARTA

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:
[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.
[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.
[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.
[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.
[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.
[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.
*********
Sumber artikel:
Diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dari “Superiority of knowledge over wealth”
Dikutip dari buku berjudul “Hadrat Ali r.a.”, Oleh Prof. Madud-ul-Hasan.

Selasa, 15 Jun 2010

Uswatun Hasanah

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah terdapatlah seorang pengemis Yahudi yang buta.hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata,"Wahai saudaraku,jangan dekati Muhammad,dia itu orang gila,dia itu pembohong,dia itu tukang sihir,apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya."

Setiap pagi Rasulullah s.a.w mendatanginya dengan membawa makanan tanpa meperkenalkan siapa dirinya dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Namun Rasulullah s.a.w terus melakukan aktiviti itu hingga menjelang beliau wafat.

Setelah Rasulullah s.a.w wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi yang buta itu. Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah putrinya Aisyah r.a. Beliau bertanya,"anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?"
'Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya,"wahai ayah,engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja."

"apakah itu?" tanya abu bakar ra.
"Setiap pagi Rasulullah s.a.w selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis yahudi buta yang berada disana,"kata Aisyah.

Keesokan harinya, Abu Bakar r.a.pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a. mula menyuapnya, si pengemis marah sambil berteriak,"siapakah kamu?"

Abu Bakar r.a. menjawab,"aku orang yang biasa datang."

"bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," jawab si pengemis buta itu."orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapku,tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan dengan lembut kepadaku."

Abu Bakar r.a. tidak mampu menahan airmatanya, ia menangis sambil berkata kepada si pengemis itu,"aku memang bukan orang yang biasa datang padamu.A ku adalah salah seorang sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada, ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w."

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a, ia pun menangis dan kemudian berkata,"benarkah demikian?selama ini aku selalu menghinanya,memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,ia begitu mulia."

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadah dihadapan Abu Bakar r.a. Kesabaran Rasulullah s.a.w memang tidak terbatas dan tidak pandang bulu walaupun kepada seorang pengemis Yahudi yang buta yang selalu memusuhi beliau.

Engkau tokoh idola dan teladanku ya Rasulullah........

Sabtu, 15 Mei 2010